SUBHANALLAH....

“Allah swt akan turun ke langit dunia pada setiap malam ketika akhir 1/3 malam dan berkata : Akulah Tuhan , Akulah Tuhan. Barang siapa yang berdoa kepadaKU akan aku penuhi doanya , Barang siapa yang meminta kepadaKu akan aku beri kepadanya ,barangsiapa yang memohon ampun kepadaKu , akan aku ampunkan dosanya.” (HR Imam Bukhari : 1145 , Muslim : 758 , Tirmizi : 239 )

ALLAHU AKBAR

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Sesiapa yang berkehendakkan dunia maka hendaklah ia berilmu, sesiapa yang berkehendakkan akhirat maka hendaklah ia berilmu dan sesiapa yang berkehendakkan kedua-duanya maka hendaklah ia berilmu." (Hadis Riwayat at-Tirmidzi)

indahnya Ciptaan ILAHI

♥♥♥Allah SWT berfirman,Katakanlah (Muhammad “Jika kamu benar-banar mencintai Allah,ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.”. [Ali Imran:31]

dosa2ku bagai buih dilautan..YA ALLAH AMPUNILAH segala dosa2 HAMBAMU ini YA RABB..

Ku ingin terbang bebas macam burung ini....

Sabda Rasulullah SAW : "Sesungguhnya sehabis-habis kebahagiaan itu ialah panjang umur di dalam mentaati Allah." (Hadis Riwayat Khotib daripada Abdullah dari bapanya)

Sabtu, 19 Jun 2010

Perbaiki solat kita

10 GANGGUAN SYAITAN DI DALAM SOLAT

1) WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM

Saat mulai membaca takbiratul ihram “Allahu Akbar” , ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku’.

Ibnul Qayyim berkata, “Termasuk tipu daya syaitan yang banyak menggangu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam solat”. Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak nyaman

2) TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SOLAT

Sahabat Rasulullah SAW iaitu ‘Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah dan rancu”. Rasulullah SAW menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Akupun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku” (HR. Muslim)

3) LUPA JUMLAH RAKAAT YANG TELAH DIKERJAKAN

Abu Hurairah r.a berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian solat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam” (HR Bukhari dan Muslim)

4) HADIRNYA FIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI

Abu Hurairah r.a berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dikumandangkan adzan solat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara adzan tersebut. Apabila muadzin telah selesai adzan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya, ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat! Sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia shalat” (HR Bukhari)

5) TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SHALAT

Ibnul Qayyim berkata, “Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syaitan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah, asal dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul karena dua perilaku buruk, yaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya”.

Tentu saja bila solat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal. Asal mengerjakan, asal selesai dan asal jadi. Tidak ada ketenangan atau thuma’ninah. Pada zaman Rasulullah SAW ada orang shalat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karana solat yang telah ia kerjakan belum sah.

Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Apabila kamu solat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur’an yang mudah bagimu, lalu ruku’lah sampai kamu benar-benar ruku’ (thuma’ninah), lalu bangkitlah dari ruku’ sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma’ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat shalatmu” (HR Bukhari dan Muslim)

6) MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU

Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat: “Jangan bermain kerikil ketika shalat karena perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW”. Orang tersebut bertanya, “Apa yang dilakukannya?” Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. “Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW” kata Ibnu Umar (HR Tirmidzi)

7) MELIHAT KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SOLAT

Dengan sadar atau tidak, orang tersebut melihat ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Karana itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. iaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan.

Dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum melihat ketika solat”. Rasulullah SAW menjawab, “Itu adalah curian syaitan atas solat seorang hamba” (HR Bukhari)

8) MENGUAP DAN MENGANTUK

Rasulullah SAW bersabda, “Menguap ketika solat itu dari syaitan. Karena itu bila kalian ingin menguap maka tahanlah seboleh mungkin” (HR Thabrani). Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, “Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi boleh. Apabila ia berkata ha… berarti syaitan tertawa dalam mulutnya” (HR Bukhari dan Muslim)

9) BERSIN BERULANG KALI SAAT SOLAT

Syaitan ingin menggangu kekhusyu’an solat dengan bersin sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud, “Menguap dan bersin dalam solat itu dari syaitan” (Riwayat Thabrani). Ibnu Hajar mengomentari kenyataan Ibnu Mas’ud, “Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam solat sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain karena syaitan memang ingin menggangu solat seseorang dengan berbagai cara”

10) TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya” (HR Muslim)

Berbahagialah orang-orang muslim yang selama ini terbebas dari berbagai macam gangguan syaitan dalam solat. Semoga kita semua dibebaskan oleh Allah SWT dari gangguan-gangguan tersebut. Dan bagi yang merasakan gangguan tersebut, sebahagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk berjihad melawan syaitan terkutuk.

sumber:http://www.jejariaccess.com/blog/?p=3392

Honeymoon Sebelum Masanya

Dewasa ini, bagai cendawan tumbuh selepas hujan. Hampir setiap hari kita dijamukan dengan berita yang menyedihkan, kes buang bayi. Bunuh bayi. Campak bayi. Bakar bayi. Tanam bayi. 'Flush' bayi dan macam-macam hal lagi yang tidak terfikir dek akal.

'Hebatnya' akal ciptaan Allah namun mengapa manusia sering menyalahgunakannya?

Mana perikemanusiaan?

Mana rasa takut dan gentar kepada hukuman-hukuman Tuhan?

Mana perasaan belas?
Allahurabbi.

Mungkin bukan perkara baru. Buang bayi sudah lama sinonim dengan masyarakat kita. Namun apa yang kian menyedihkan adalah kerana kebelakangan ini, masalah keruntuhan moral ini kian merebak dan menular ke dalam masyarakat kita, ibarat barah yang tidak mampu dikawal, menyelinap dan melibatkan pelbagai lapisan umur.

Menakutkan. Banyak kes buang bayi melibatkan remaja bawah umur. Apatah lagi mengandung anak luar nikah. Astaghfirullahalazim. Apa sudah jadi. Apa nak jadi?

Mana salahnya, mana silapnya?

Adakah kerana silap kita sebagai masyarakat yang tidak cakna dan bersikap tidak ambil peduli? Merujuk kes kanak-kanak yang didera sampai mati. Bukankah ibunya bersekedudukan dengan kekasihnya ketika suaminya dipenjara? Apakah masyarakat terutama ibu bapa kepada wanita tersebut tidak pernah ambil kisah? Bersikap tidak peduli dan lepas tangan? Itu baru satu contoh, sedangkan disekeliling kita, banyak lagi kes-kes yang lebih kurang serupa. Apa peranan kita sebagai masyarakat dalam usaha membanteras gejala masalah sosial yang makin memburuk?

Remaja (kanak-kanak) berusia semuda 13 tahun juga buang anak!

Bayangkan, adik-adik kita di rumah, anak-anak kita yang berbaju kurung bertudung putih ke sekolah, sopan dan manis sekali, tapi hakikatnya mereka terdedah dengan pelbagai kemungkinan. Jangan terlalu yakin bahawa anak-anak dan adik-adik kita itu kekal selamanya bebas dari anasir-anasir jahat? Jangan terlalu berpuas hati dan percaya kepada mereka bulat-bulat.


Kadangkala, perasaan ingin tahu, curiga dan syak wasangka itu perlu. Luangkan masa, siasat dengan siapa anak kita berkawan. Periksa beg sekolah anak-anak. Jika ada handphone tengok senarai nama dalam telefon anak-anak. Periksa apa ada dalam hanphone anak-anak. Selidik ada apa dalam bilik anak-anak. Itu tanggungjawab ibu dan bapa, sebagai usaha mencegah sebarang kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Tiada siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada masa hadapan, oleh itu, langkah pencegahan perlu dilakukan dan setiap dari kita harus sentiasa berhati-hati.

Mungkin hari ini kita bertudung labuh, tidak pernah bergaul dengan lelaki apatah lagi berzina. Tapi tahukah anda? Bukan perkara mustahil, malahan di IPTA juga kita sering 'dikejutkan' dengan kes gadis bertudung labuh ditangkap berkhalwat dengan teman lelaki. Na'uuzubillah.


Bukan niat saya ingin memburuk-burukkan mereka yang bertudung labuh, atau berkopiah (baik budi pekerti). Namun apa yang saya ingin tekankan adalah, kita manusia mudah terpedaya dengan pujukan dan hasutan syaitan dan nafsu jahat. Jangan mudah berpuas hati dengan amalan yang kita ada. Jangan terlalu yakin dengan 'tahap keimanan' kita. Paras keimanan kita sentiasa berubah-ubah, ada naik dan turun. Mungkin hari ini kita terpelihara oleh-Nya dari sebarang kemungkaran tapi esok lusa siapa tahu? Mungkin juga kita menjadi hamba nafsu dan syaitan. Na'uuzubillah.

Oleh yang demikian. Teruskanlah dan kekalkanlah. Sentiasa berhati-hati dan menjaga diri. Jangan biarkan diri terdedah apatah lagi terjebak dalam gejala zina. Perbuatan haram yang dilarang oleh Allah pastinya bersebab. Namun begitu, kita manusia sering merasa 'lazat' ketika memilih yang haram.

Mengapa dan kenapa terjadi begitu?

Apakah kerana ketika melakukan kemungkaran syaitan ikut sama?

Bergembira dan bersorak sorai?

Jadi dengan itulah kenikmatannya berganda-ganda?

Bahagiakah hati jika menjadi hamba dan sahabat syaitan?

Bahagiakah jiwa yang dicipta oleh Sang Pencipta dengan kenikmatan yang sementara itu?

Jangan dekati zina. Ibarat menagih dadah, sekali terkena menjadi gian dan ketagih. Mahu lagi dan lagi, sampai bila? Sedangkan mati bila-bila masa saja akan datang berkunjung. Layakkah kita mencium haruman syurga apatah lagi menjadi penghuni syurga jika kita mati dalam kemungkaran? Cukup kuatkah kita untuk diseksa dan diazab di neraka? Na'uuzubillah.

Bersyukur jika kita tidak pernah terjebak dengan zina. Dan seandainya kita sudah atau telah terlibat, segerakanlah bertaubat. Jangan bertangguh. Mohon ampun dan kemaafan dari-Nya.


Ramai orang (merujuk kepada thread-thread yang dibuka di iluvislam.com) risau dan runsing memikirkan masa depan, siapa yang sudi mengambil diri sebagai isteri. Bagaimana penerimaan orang akibat daripada keterlanjurannya. Dan ramai yang lupa, hidup di dunia cuma sementara. Akhirat jua yang kekal abadi.


Apalah sangat pandangan orang jika hendak dibandingkan dengan pandangan Allah? Bertaubatlah, mohon ampun dari Allah. Selebihnya, serahkan kepada Dia untuk tentukan jalan hidup kita. Moga-moga ada sinar bahagia menanti di hadapan, tapi usah terlalu berharap. Andai kebahagiaan selamanya tidak menjadi milik kita di dunia, berbaik sangka, mungkin Allah ingin terus menguji dan mungkin juga Allah sedang 'menyucikan' kita dari dosa-dosa silam. Biarlah sengsara di dunia yang sementara, asalkan di negeri abadi kelak, syurga menjadi tempat kita mengutip bahagia.


Mari. Sebagai mereka yang cakna dan peduli tentang nasib ummah, masyarakat sekeliling kita. Ayuh. Kita berganding bahu, membantu selagi termampu untuk memberi kesedaran kepada masyarakat tentang keburukan dan kewajipan untuk menjauhi dan mencegah zina.

Jauhilah perbuatan 'honeymoon' sebelum tiba masanya. Ketahuilah, persetubuhan antara lelaki dan wanita juga merupakan antara nikmat yang dianugerahkan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya. Namun janganlah kita kotorinya dengan memilih untuk berzina. Bersabar dan pelihara diri dan kemaluan. Tunggu masa yang betul untuk melunaskannya. Yakni selepas nikah.

Jangan mengambil mudah soal dosa dan pahala kerana akibatnya buruk, hanya Allah yang lebih tahu. Jangan beri peluang kepada syaitan untuk menggoda dan menghasut kita melakukan kemungkaran. Sesungguhnya syaitan itu benar-benar licik dan berpengalaman dalam menyesatkan umat manusia. Marilah kita saling mengingatkan.. Moga Allah melindungi kita dan seluruh muslimin dan muslimat.

Ingat mati. Ingat mati. Ingat mati.

Dunia hanya sementara. Mati itu pasti. Akhirat itu kekal abadi.

sumber
:iluvislam

Fatwa Ayat Quran Rupa Manusia

Masalah

Apa hukum orang yang menulis ayat-ayat Quran dengan membuat secara lukisan bentuk rupa manusia atau binatang seperti tulisan” Bismillahirrahmanirrahim” berbentuk rupa orang yang duduk membaca tahiyyat di dalam sembahyang? Dan apakah hukum menggunakan tulisan-tulisan ini buat hiasan rumah?

Fatwa

Hukum menulis ayat Quran dengan membuat secara lukisan rupa manusia atau binatang adalah ditegah jika adalah lukisan itu dengan rupa yang hidup kerana berpandu kepada kitab Fathul Mai’n, juzuk 3 muka surat 362 yang berbunyi: ويحرم ولو على نحو ارض تصوير حيوان ...الخ. Hukum, menggunakan tulisan-tulisan ini buat hiasan rumah adalah ditegah juga.

Jabatan Fatwa Negeri Kedah Darulaman


sumber:sahabat raudhah

mengapa mengeluh?

Kita selalu bertanya dan al-Quran telah menjawabnya.

Kita bertanya: Kenapa aku diuji?

Quran menjawab, "Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan."Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta." (Surah al-Ankabut: 2-3)


Kita bertanya: Kenapa aku tidak dapat apa yang aku idam-idamkan?

Quran menjawab, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Surah al-Baqarah: 216)


Kita bertanya: Kenapa ujian seberat ini?

Quran menjawab, "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Surah al-Baqarah: 286)


Kita bertanya: Kenapa kita rasa kecewa?

Quran menjawab, "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman." (Surah Ali Imran: 139)


Kita bertanya: Bagaimana harus aku menghadapinya?

Quran menjawab, "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang, dan sesungguhnya sembahyang itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (Surah al-Baqarah: 45)


Kita bertanya: Kepada siapakah harus aku berharap?

Quran menjawab, "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya. Hanya kepadaNya aku bertawakal." (Surah at-Taubah: 129)


Kita bertanya: Apa yang aku dapat daripada semua ujian ini?

Quran menjawab, "Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka." (Surah at-Taubah: 111)


Kita berkata: Aku sedih!

Quran menjawab, "Dan demikianlah keadaan hari-hari (kejayaan dan kesedihan) Kami pergilirkan di antara manusia (supaya menjadi pengajaran)." (Surah Ali Imran: 140)


Kita berkata: Aku tak tahan!

Quran menjawab, "...dan janganlah kamu berputus asa dengan rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." (Surah Yusuf: 12)


Kita berkata: Sampai bilakah aku akan merana begini?

Quran menjawab, "Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Surah al-Insyirah: 5-6)

Orang yang paling kuat sebenarnya adalah orang yang sabar. Tanpa kesabaran yang ditunjangi akal waras dan iman kental, kita pasti tidak dapat bangkit apabila menerima pukulan takdir. Walhal sesuatu bala itu juga nikmat buat kita, hambaNya. Tegal di sebalik musibah yang menimpa, jarang sekali kita mengintai hikmahnya.


Ayat Seribu Dinar

"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Surah at-Talaq: 2-3)

Sumber: Dipetik daripada Curahan Cinta Niagara karya Maya Iris.

menanti si solehah

Titik permulaan segala sesuatu di sisi kita ialah menghidupkan umat Islam dengan ilmu dan tarbiyah Islamiyyah. Secara mudah, lelaki soleh dan wanita solehah adalah mereka yang bersedia memenuhi segala tuntutan Islam keatas mereka. Dua elemen inilah yang akan membentuk sebuah unit yang dinamakan keluarga. Keluarga pada tabi'inya adalah unit asas dalam sesebuah masyarakat dan merupakan unit yang paling penting dalam sesebuah masyarakat.

Dinyatakan di dalam kitab Fiqh al Sunnah bahawa Imam Tarmizi dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan sabda Rasulullah SAW mengenai ayat 34 surah al Taubah semasa dalam satu perjalanan Rasulullah SAW bersama para sahabat, maka sebahagian para sahabat berkata "Telah ada ayat yang turun mengenai harta dan perak, maka sekiranya diketahui bahawa ada yang lain yang lebih utama maka kami akan mengambilnya". Rasulullah bersabda : "Lidah yang selalu berzikir, hati yang sentiasa bersyukur dan isteri mukminah yang mengukuhkan iman suaminya".

Rasulullah SAW bersabda : "Bagi mukmin, tidak ada hal yang terlebih baik sesudah bertaqwa kepada Allah selain mendapat isteri yang solehah".
Rasulullah SAW juga bersabda : "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik berhiasan adalah wanita solehah"

Di dalam satu riwayat yang lain ada dinyatakan berkenaan perihal wanita solehah : "Apabila diperintahkan kepadanya, dia taat. Apabila melihat kepadanya akan menyenangkan. Apabila diberi janji, dia menerima dan apabila dia ditinggalkan, dia menjaga diri dan harta suaminya dengan baik".

Sabda Rasulullah SAW : "Janganlah kamu kahwin dengan perempuan kerana kecantikannya, barangkali kerana kecantikan itu membinasakannya. Janganlah kamu kahwin kerana hartanya, barangkali kekayaannya itu menyebabkan dia derhaka, tetapi kahwinlah dengan perempuan kerana agamanya. Sesungguhnya perempuan yang tidak berhidung lagi budak adalah lebih baik (daripada yang lain)."

Jawapan Rasulullah SAW ketika ditanya oleh kaum muslimat tentang jihad seharusnya dijadikan panduan bersama iaitu : "Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu temui bahawa taat kepada suami dan mengakui hak-haknya adalah sama dengannya (jihad di jalan Allah).

Wanita solehah perlu mempersiapkan diri dengan ilmu Islam yang secukupnya kerana kecintaan kepada ilmu dan kesungguhan dalam menimba ilmu adalah merupakan sifat para wanita solehah sejak zaman Rasulullah SAW. Sejarah menceritakan bagaimana luasnya ilmu yang ada pada Sayyidatina Aisyah dan betapa dalamnya ilmu yang ada pada Zainab. Keperibadian mulia, sikap berani dalam membela hak dan menegakkan keadilan menjadi ciri-ciri yang menghiasi perbadi dan mewarnai hidup seorang wanita solehah seperti yang ditunjukkan oleh Khaulah binti Tha'labah.
Wanita solehah itu, sifat malu membenteng diri, pergaulan yang dipagari, kecantikan bukan berada pada wajahnya, kemanisan bukan berada pada kemanjaannya, kemanisan bicara tidak menjadi daya penariknya yang bisa menggoyah iman kaum muslimin tetapi terletak pada perjuangannya menjaga dan memartabatkan agamanya. Kata orang, nafsu kata wanita cantik pada paras rupa, akal kata wanita cantik pada ilmu dan hati kata wanita cantik pada akhlaknya. Wanita solehah itu adalah yang menjaga kecantikan luaran dan mengutamakan kecantikan dalaman.

Wahai kaum lelaki, jangan terlalu mencari-cari dan menanti-nanti 'si solehah' yang diimpikan akan menjadi milik kita sebalik menjadikan diri kita benar-benar soleh serta sanggup memenuhi segala tuntutan Islam keatas kita adalah lebih utama. Sekiranya syarat ini dipenuhi pasti 'si solehah' yang diidamkan yang mencari dan menanti kita.

sumber:http://zulikhwanzahari.blogspot.com/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More